Media Salafy Online

Meniti jalan di atas Al-Qur'an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaf

Arsip untuk ‘Keluarga’ Kategori

Tips Pilih Peralatan Rumah Tangga

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 13, 2009

2Ingatlah, meski Anda sudah mengamankan rumah Anda dengan baik, bukan berarti anak Anda terbebas dari kecelakaan-kecelakaan di rumah. Bahkan ketika bayi Anda bertumbuh menjadi balita, keamanan di sekitar rumah harus menjadi lebih ketat.

Coba deh beberapa tip dibawah ini:

1. Ingatlah bahwa hal yang paling berbahaya dan sering disentuh oleh anak-anak adalah stop kontak, kabel dan colokan. Jadi usahakan untuk menjauhkan anak Anda dari hal-hal ini. Cabut semua kabel yang tidak terpakai dan tutup stop kontak dengan pelindung plastik.

2. Padamkankan aliran listrik saat akan berhubungan dengan instalasi listrik, seperti mengganti bohlam mati atau memasang socket (stop kontak).
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Berbakti kepada suami

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 10, 2009

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah

Pulang dari bekerja, semestinya adalah waktu untuk beristrirahat bagi suami selaku kepala rumah tangga. Namun banyak kita jumpai fenomena di mana mereka justru masih disibukkan dengan segala macam pekerjaan rumah tangga sementara sang istri malah ngerumpi di rumah tetangga. Bagaimana istri shalihah menyikapi hal ini?

Salah satu sifat istri shalihah yang menandakan bagusnya interaksi kepada suaminya adalah berkhidmat kepada sang suami dan membantu pekerjaannya sebatas yang ia mampu. Ia tidak akan membiarkan sang suami melayani dirinya sendiri sementara ia duduk berpangku tangan menyaksikan apa yang dilakukan suaminya. Ia merasa enggan bila suaminya sampai tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah, memasak, mencuci, merapikan tempat tidur, dan semisalnya, sementara ia masih mampu untuk menanganinya. Sehingga tidak mengherankan bila kita mendapati seorang istri shalihah menyibukkan harinya dengan memberikan pelayanan kepada suaminya, mulai dari menyiapkan tempat tidurnya, makan dan minumnya, pakaiannya, dan kebutuhan suami lainnya. Semua dilakukan dengan penuh kerelaan dan kelapangan hati disertai niat ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh ini merupakan bentuk perbuatan ihsannya kepada suami, yang diharapkan darinya ia akan beroleh kebaikan.

Ditulis dalam Keluarga, Muslimah | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Outbond penyembuh fobia (takut pada ketinggian)

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 8, 2009

Kegiatan fisik apalagi kegiatan yang sangat menyenangkan lewat outbound bagi anak-anak, ternyata juga berfungsi sebagai penyembuh trauma. Melalui outbound anak-anak dilatih untuk berani menghadapi apa pun. Seperti dalam program outbound meniti tali misalnya, lama-kelamaan bisa menghilangkan ketakutan anak atau fobia terhadap ketinggian.

Fobia terhadap binatang tertentu, misalnya ulat ataupun cacing, bisa dihilangkan dengan kegiatan yang berhubungan dengan paket outbound pertanian. Karena dengan outbound yang menyenangkan, anak-anak akan melupakan ketakutan yang dirasakannya untuk mencoba melakukan kegiatan.

“Dalam beberapa praktik yang telah kita lakukan, outbound ternyata bisa menyembuhkan ketakutan- ketakutan anak atau fobia terhadap sesuatu. Walaupun perlahan, tetapi hasilnya banyak terbukti,” kata orangtua peserta outbound, Winarti Amanda.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga | Bertanda: , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

3 jenis makanan pengganti nasi

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 3, 2009

INGAT, bila si kecil memang sudah tidak mau melumat nasi, atau memakan makanan yang berbahan dasar nasi seperti lontong ataupun bubur. Janganlah memaksanya lagi!. Buang jauh-jauh amarah dan ketakutan yang tiada berujung. Karena tidak memakan nasi, bukan berarti buah hati kita akan kurus dan sakit karena kekurangan asupan gizi. Karena kita bisa memberi makanan pengganti yang bernilai gizi sama. Sebut saja sagu, kentang, jagung, singkong, roti, mie, havermout, atau makaroni.

Sagu

saguSagu adalah butiran atau tepung yang diperoleh dari teras batang pohon sagu atau rumbia (Metroxylon sago Rottb). Makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua ini biasa dimakan dalam bentuk papeda (semacam bubur). Sagu sendiri juga dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Saat ini banyak juga loh Moms, mie yang diolah dari sagu. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di mana di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0.2 gram protein, 0.5 gram serat, 10 mg kalsium, 1.2mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga, Kesehatan | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kiat hidup bahagia 1

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 3, 2009

Oleh
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy

Pendahuluan
Segala puji bagi Allah yang hanya milikNya puji-pujian seluruhnya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Yang Haq untuk disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhamamad adalah hamba dan RasulNya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salamNya kepada beliau, keluarga dan para sahabat beliau.

Ketentraman dan ketenangan hati serta hilangnya keresahan dan kesedihan adalah tujuan setiap manusia. Dengan itu kehidupan bahagia menjadi realita dan kesenangan serta kegembiraan yang sebenarnya pun terwujud.
Hal ini tergapai lantaran tiga sarana.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga, Nasihat | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hukum ayah yang memaksa anak menikahi wanita yang tidak sholihah

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 29, 2009

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukumnya bila seorang ayah menghendaki putranya menikah dengan seorang wanita yang tidak shalihah ? Dan apa pula hukumnya kalau ayah menolak menikahkan putranya dengan seorang wanita shalihah ?

Jawaban:
Seorang ayah tidak boleh memaksa putranya menikah dengan wanita yang tidak disukainya, apakah itu karena cacad yang ada pada wanita itu, seperti kurang beragama, kurang cantik atau kurang berakhlaq.

Sudah sangat banyak orang-orang yang menyesal di kemudian hari karena telah memaksa anaknya menikah dengan wanita yang tidak disukainya.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga, Pernikahan | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Wajib Mendakwahi Orang Terdekat

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 20, 2009

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah hukum syara terhadap dakwah kepada Allah dalam masyarakat-masyarakat luar, baik itu masyarakat arab ataupun masyarakat lainnya dari Negara-negara asing, karena sesungguhnya banyak dari kalangan du’at yang memusatkan terhadap hal ini dengan penuh semangat ?

Jawaban.
Menurut pendapat saya, seseorang hendaknya mendakwahi orang yang terdekat, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala pertama sekali mengutus RasulNya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dengan) firmanNya.

“Artinya : Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” [Asy-Syu'ara : 214]
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga | Bertanda: , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kewajiban Da’i Adalah Berdakwah Kepada Allah Walaupun Manusia Mencelanya

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 14, 2009

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah hukum orang yang saya dakwahi kepada Allah Azza wa Jalla namun mereka mencela atau memperolok-olok hal tersebut ? Dan apakah boleh saya memutuskan (hubungan) dengan mereka ; karena mereka mengatakan sesungguhnya dakwah anda itu seharusnya untuk keluarga (anda) saja ?

Jawaban.
Sesungguhnya yang wajib atas seorang da’i adalah (tetap) berdakwah walaupun manusia meremehkan atau memperolok-olokannya, karena sesungguhnya rasul paling pertama Nuh ‘Alaihi Salam dihina oleh kaumnya, akan tetapi ia mengatakan.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga | Bertanda: , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Perbaikilah diri terlebih dahulu

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 2, 2009

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah penafsiran ayat :

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk” [Al-Ma'idah : 105]

Dan bagaimana pendapat Syaikh tentang ini ?

Jawaban.
Perkataan kami tentang (ayat) tersebut adalah seperti yang dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala ; bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk memperbaiki diri-diri kita, dan agar kita menjaga keshalihan kita, dan jika tersesat siapapun yang tersesat dari kalangan manusia maka hal itu tidaklah mendatangkan mudharat, sebagaimana yang dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang besar” [Al-Ghasyiyah : 21-24]
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Keluarga | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.