Penulis: Buletin Da’wah Al Wala Wal Bara’, Bandung
Arsip untuk ‘Nasihat’ Kategori
Hakikat Hidup Di Dunia
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Mei 12, 2009
Ditulis dalam Nasihat | Bertanda: Ahlussunnah, Artikel Islam, Ghuroba, Kajian, Manhaj Salaf, Salaf, Salafy, sunni, sunny | Tinggalkan sebuah Komentar »
Serangan Media Informasi
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 9, 2009
Serangan Media Informasi
Ditulis dalam Aktual, Muslimah, Nasihat | Bertanda: media informasi, serangan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kiat hidup bahagia 1
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 3, 2009
Oleh
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah yang hanya milikNya puji-pujian seluruhnya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Yang Haq untuk disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhamamad adalah hamba dan RasulNya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salamNya kepada beliau, keluarga dan para sahabat beliau.
Ketentraman dan ketenangan hati serta hilangnya keresahan dan kesedihan adalah tujuan setiap manusia. Dengan itu kehidupan bahagia menjadi realita dan kesenangan serta kegembiraan yang sebenarnya pun terwujud.
Hal ini tergapai lantaran tiga sarana.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Keluarga, Nasihat | Bertanda: Hidup bahagia, Keluarga, Nasihat | Tinggalkan sebuah Komentar »
Bila rasa cemburu telah hilang
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 29, 2009
Perhatikanlah, betapa banyak kita saksikan para wanita yang bertabaruj atau menampakkan keindahan perhiasan tubuhnya didepan umum. Kita lihat para wanita yang belajar dan bekerja diantara barisan para lelaki, mereka bekerja bersama lelaki sebagaimana salah seorang mereka bekerja bersama salah seorang keluarganya yang mahram, mengendarai mobil dan bersafar bersamanya
Ditulis dalam Muslimah, Nasihat | Bertanda: Ahlussunnah, Artikel Islam, Dauroh, download file kajian, Ghuroba, Kajian, Manhaj Salaf, Salaf, Salafy, sunni | 3 Komentar »
Bagaimanakah cara menguatkan iman ?
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 26, 2009
Cara Menguatkan Iman
Ditulis dalam Nasihat | Bertanda: Ahlussunnah, Artikel Islam, Dauroh, download file kajian, Ghuroba, Kajian, Manhaj Salaf, Salaf, Salafy, sunni | Tinggalkan sebuah Komentar »
MUTIARA NASEHAT SYAIKH IBNU BAZZ TERHADAP THOLIBUL ‘ILM
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 14, 2009
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Segala puji bagi Allah, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada rasul-Nya, Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya. Adapun setelah itu :
Adalah tidak diragukan lagi, bahwasanya menuntut ilmu termasuk seutama-utama amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, termasuk sebab-sebab kesuksesan meraih surga dan kemuliaan bagi pelakunya. Termasuk hal yang terpenting dari perkara-perkara yang penting adalah mengikhlaskan diri dalam menuntut ilmu, menjadikan menuntutnya karena Allah bukan karena selain-Nya. Dikarenakan yang demikian ini merupakan jalan yang bermanfaat baginya dan juga merupakan sebab diperolehnya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Nasihat | Bertanda: Ahlussunnah, Artikel Islam, Dauroh, download file kajian, Ghuroba, Kajian, Manhaj Salaf, Salaf, Salafy, sunni | Tinggalkan sebuah Komentar »
Fenomena Tahdzir, Cela Mencela Sesama Ahlus Sunnah Dan Solusinya 2/2
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 4, 2009
Oleh
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr
Kedua.
Berkaitan dengan cara membantah orang yang melakukan kekeliruan pendapat perlu diperhatikan beberapa perkara sebagai berikut:
- Hendaknya bantahan tersebut dilakukan dengan penuh keramahan dan kelemah-lembutan disertai keinginan yang kuat untuk menyelamatkan orang yang salah tersebut dari kesalahannya, apabila kesalahannya jelas terlihat. Selayaknya seseorang yang hendak membantah pendapat orang lain merujuk bagaimana cara Syaikh bin Baz tatkala melakukan bantahan, untuk kemudian diterapkannya.
- Apabila kesalahan orang yang dibantah tadi masih samar, mungkin benar atau mungkin juga salah, maka selayaknya masalah tersebut dikembalikan kepada pimpinan Lembaga Fatwa untuk diberi keputusan hukumnya. Adapun apabila kesalahannya jelas, maka wajib bagi orang yang dibantah tersebut untuk meninggalkannya. Kerena kembali kepada kebenaran adalah lebih baik dari pada tetap tenggelam dalam kebatilan.
- Apabila seseorang telah membantah orang lain, maka berarti dia telah menunaikan kewajiban dirinya, maka hendaknya dia tidak menyibukkan diri mengikuti gerak-gerik orang yang dibantah. Sebaliknya, dia selayaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun orang lain. Begitulah sikap yang dicontohkan oleh Syaikh bin Baz.
- Seorang penuntut ilmu tidak diperbolehkan mengajak orang lain serta memaksanya untuk memilih si Fulan (yang dibantah) atau ikut dia (yang membantah); apabila sepakat dengannya maka dia selamat; namun apabila tidak sepakat maka di bid’ahkan dan diboikotnya. Tidak boleh seorang pun menisbatkan fenomena tabdi’ (pembid’ahan) dan hajr (pemboikotan) yang kacau seperti ini sebagai manhaj ahlussunnah. Dan siapapun tidak diperbolehkan mengelari orang yang tidak menempuh jalan yang ngawur ini sebagai orang yang tidak bermanhaj salaf. Boikot (hajr) yang dilakukan dalam manhaj ahlussunnah adalah boikot yang memberikan manfaat bagi orang yang diboikot, seperti boikot seorang bapak pada anaknya, Syaikh kepada muridnya, dan boikot dari pihak yang memiliki kedudukan dan derajat yang lebih tinggi kepada orang-orang yang menjadi bawahannya. Boikot-boikot seperti itu akan memberikan manfaat bagi orang yang diboikot. Namun apabila boikot itu bersumber dari dari seorang penuntut ilmu kepada penuntut ilmu yang lain, lebih-lebih pada perkara yang tidak selayaknya seseorang diboikot, maka boikot seperti itu tidak manfaat sedikit pun bagi orang yang diboikot, tetapi malah akan menimbulkan permusuhan, saling membelakangi dan saling menghalangi.
Ditulis dalam Nasihat | Tinggalkan sebuah Komentar »
Fenomena Tahdzir, Cela-Mencela Sesama Ahlus Sunnah Dan Solusinya 1/2
Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 4, 2009
Oleh
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr
Pada masa sekarang ini, ada sebagian ahlussunnah yang sibuk menyerang ahlussunnah lainnya dengan berbagai celaan dan tahdzir. Hal tersebut tentu mengakibatkan perpecahan, perselisihan dan sikap saling tidak akur.
Padahal mereka saling cinta mencintai dan saling berkasih sayang, serta bersatu padu dalam barisan yang kokoh untuk menghadapi para ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlussunnah.
Adanya fenomena diatas disebabkan dua hal:
Pertama.
Ada sebagian ahlussunnah pada masa sekarang ini yang menyibukkan diri mencari-cari kesalahan ahlussunnah lainnya dan mendiskusikan kesalahan tersebut, baik yang terdapat di dalam tulisan maupun kaset-kaset. Kemudian dengan bekal kesalahan-kesalahan tersebut mereka melakukan tahdzir terhadap ahlussunnah yang menurut mereka melakukan kesalahan.
Salah satu sebab mereka melakukan tahdzir adalah karena ada ahlussunnah lain yang bekerjasama dengan salah satu yayasan yang bergerak dalam bidang keagamaan untuk mengadakan ceramah-ceramah atau seminar-seminar keagamaan. Padahal Syaikh abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah memberikan ceramah kepada pengurus yayasan keagamaan tersebut melalui telepon. Dan kerjasama ahlussunnah lain dengan yayasan tersebut sebenarnya sudah dinyatakan boleh oleh dua ulama besar itu dengan fatwa. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Nasihat | Tinggalkan sebuah Komentar »



















