Media Salafy Online

Meniti jalan di atas Al-Qur'an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaf

MENGANGKAT TANGAN PADA WAKTU BERDOA SETELAH SHALAT FARDHU

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada Maret 7, 2009

Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Sebagian orang ada yang mengangkat tangan setelah bangun dari ruku seperti mengangkat tangan tatkala berdoa. Cara seperti ini tidak ada contohnya akan tetapi yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seperti mengangkat tangan pada waktu Takbiratul Ihram. Barangsiapa yang melakukan perbuatan tersebut hendaknya dihindari dan diperingatkan dengan keras. Dari Abdullah Ibnu Umar bahwa tatkala beliau memulai shalat bertakbir sambil mengangkat kedua tangan dan tatkala mengucap : “Sami’allahu liman hamidah” mengangkat kedua tangan dan tatkala bangun dari rakaat yang kedua beliau juga mengangkat kedua telapak tangan, dan hadits ini disandarkan oleh Ibnu Umar kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah ada hadits yang menganjurkan berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat tangan tatkala berdoa setelah shalat fardhu ?

Jawaban.
Sepengetahuan saya tidak ada dalil dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun contoh dari para sahabat tentang berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu. Dan apa yang dikerjakan oleh sebagian orang berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu adalah perbuatan bid’ah berdasaerkan sabda Nabi.

“Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan amal perbuatan yang bukan dari ajaranku, maka tertolak” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang mengada-ada sesuatu yang bukan dari ajaranku, maka tertolak” [Muttafaqun ‘Alaih]

[Fatawa Islamiyah 1/319]

[Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a hal. 70-72 Darul Haq]


Sumber : http://almanhaj.or.id

Iklan

Satu Tanggapan to “MENGANGKAT TANGAN PADA WAKTU BERDOA SETELAH SHALAT FARDHU”

  1. hibar karuhun said

    Mari kita mempelajari Isi Qur’an Lebih dalam, janganlah syariat-syariat kecil, ngangkat tangan atau tidak waktu berdo’a, pakai qunut atau tidak waktu subuh, jadi perpecahan antar umat islam, kita pelajari dan tunduk patuh melaksanakan apa yang ada pada 6600 ayat dari al-Qur’an (Muslimun). Sebelum mengerti betul 6600 isi ayat per ayat dalam Qur’an, menyalahkan saudara sendiri umat muslim hanya membuat perpecahan; Inilah keberhasilan Umat Yahudi dan Nasrani menggunakan Devide et Impera (Pecah Belah) dengan sengaja membuat kitab-kitab (palsu) dan hadist-hadist palsu, agar umat islam Bercerai Berai. Apabila membaca kitab-kitab selain Qur’an dan hadist shohih, Mohon diperiksa lagi sejarah penulis buku itu, apakah betul muslim sejati atau nama penulis dan orang yang menulis berbeda. Siapa tahun mengaku ulama, padahal yang bersangkutan musyrikin dan kafirin alias antek yahudi dan antek nasrani yang ingin memecah belah umat islam. Umat Yahudi dan Nasrani itu tidak akan henti-hentinya mengajak kamu (agar sesat) supaya kamu mengikuti cara-cara mereka (Al-Baqoroh 120)
    Wassalam
    Hibar karuhun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: