Media Salafy Online

Meniti jalan di atas Al-Qur'an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaf

Tips Pilih Peralatan Rumah Tangga

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 13, 2009

2Ingatlah, meski Anda sudah mengamankan rumah Anda dengan baik, bukan berarti anak Anda terbebas dari kecelakaan-kecelakaan di rumah. Bahkan ketika bayi Anda bertumbuh menjadi balita, keamanan di sekitar rumah harus menjadi lebih ketat.

Coba deh beberapa tip dibawah ini:

1. Ingatlah bahwa hal yang paling berbahaya dan sering disentuh oleh anak-anak adalah stop kontak, kabel dan colokan. Jadi usahakan untuk menjauhkan anak Anda dari hal-hal ini. Cabut semua kabel yang tidak terpakai dan tutup stop kontak dengan pelindung plastik.

2. Padamkankan aliran listrik saat akan berhubungan dengan instalasi listrik, seperti mengganti bohlam mati atau memasang socket (stop kontak).

3. Jangan meletakkan peralatan elektronik di daerah yang basah atau rawan basah. Air dapat menimbulkan korsleting listrik. Bila terjadi kebakaran, jangan pula mencoba memadamkan api dengan air tanpa memadamkan listrik pusatnya (di MCB kWh meter dan di sekring). Bukannya malah padam, air dapat menyebabkan korsleting.

4. Gunakan peralatan yang kualitasnya telah diakui. Pastikan Anda hanya memilih peralatan berlogo SNI, seperti untuk stop kontak, kabel, MCB atau kelengkapan listrik lainnya. Stop kontak yang berstandar SNI telah dilengkapi logam grounding di sisi kanan dan kirinya sehingga lebih terjamin aman.

5. Periksa lemari dapur dan tiap laci di rumah Anda, apakah menyimpan benda-benda tajam seperti gunting dan pisau, atau benda-benda kecil yang mudah tertelan. Usahakan untuk menyimpannya di tempat lain yang jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan lupa mengunci tiap laci dan lemari, dan menyimpan kuncinya.

6. Waspadai item berikut ini, seperti alkohol, obat-obatan, vitamin, suplemen zat besi, pemutih, amoniak, sabun cuci piring, pengkilap furnitur, pembuka kran, pembersih toilet, pembersih oven, cat, maupun tiner. Letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan anak. Pastikan produk-produk yang berbahaya tetap berada di bungkus aslinya, termasuk label produk yang mencantumkan informasi keselamatannya.

7. Untuk rumah bertingkat, pakailah penghalang/pagar khusus (baby gate) agar anak Anda tidak naik dan turun tangga sendirian. Penghalang juga bisa dipasang di pintu depan dan belakang.

Usahakan mengganti atau menutup tiap sudut perabot yang tajam, seperti ujung meja, laci dan kursi.

8. Anda bisa membeli pelindung perabot (rounder) yang tersedia di toko-toko furnitur, yang akan membuat sudut tajam perabot tersebut menjadi lebih aman.

9. Salah satu barang berbahaya bagi anak kecil yang perlu Anda awasi adalah televisi (TV). TV akan jatuh dengan mudah jika digeser karena bentuknya yang tidak seimbang antara bagian depan dan belakang. Para ahli dari situs Family Education menyarankan agar meletakkan TV di tempat serendah mungkin dan merapatkannya dengan dinding.

10. Perabot harus kokoh dan berat supaya tidak mudah terguling ketika anak berpegangan. Karena itu pastikan lemari-lemari tinggi Anda merapat di dinding, dan tutuplah rapat tiap pintu lemari agar tidak mudah terbuka.

11. Gorden dan talinya sebaiknya dibuat pendek supaya anak tidak main sembunyi-sembunyian di belakangnya dan tidak tercekik. Atau Anda bisa mengikat semua tali tirai/gorden yang bisa berbahaya buat anak Anda.

12. Pastikan agar pintu masuk rumah Anda terkunci. Apabila tidak terkunci, anak-anak dapat dengan mudah keluar rumah menuju jalanan sehingga menimbulkan risiko tertabrak kendaraan di jalanan atau tersesat di luar rumah.

13. Pada tangga dapat dipasangkan karpet, selain untuk kepentingan estetika juga dapat mencegah kelicinan. Jika tak ingin menggunakan karpet, untuk menghindari sudut-sudut lancip di antara pertemuan dua keramik pada anak tangga dapat disiasati dengan menggunakan sebuah produk baru yang disebut kuku macan. Dengan menggunakan kuku macan tersebut maka sudut lancip pada anak tangga dapat berubah bentuk menjadi agak bulat, relatif aman bagi anak.

14. Anak-anak senang melihat ke luar lewat jendela atau railing tangga. Pasang teralis di tiap jendela agar, lalu mengenai railing tangga, yang terpenting adalah memperhitungkan jeruji yang terdapat pada void (area di lantai atas yang menjorok menyerupai balkon namun berada di dalam ruangan di mana kita dapat melihat ruangan di bawah tanpa harus turun melalui tangga). Idealnya, jarak antara jeruji yang satu dengan jeruji lainnya berkisar antara 10-15 cm. Agar, jika anak mencoba memasukkan kepalanya di antara jeruji void tersebut tidak akan bisa, karena sempitnya celah tersebut.

15. Hati-hatilah bila Anda tinggal di bangunan bertingkat. Cegahlah terjadinya kecelakaan dengan menjauhkan kursi/meja dari jendela. Jendela yang terbuka mengundang anak untuk memanjat dan bersandar di situ.

(Mom& Kiddie//tty)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: