Media Salafy Online

Meniti jalan di atas Al-Qur'an dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaf

Jangan Sampai Demam menjadi kejang

Posted by Abu Ahmad As-Salafy pada April 15, 2009

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38 derajat Celcius dan prosesnya terdiri atas tiga fase. Satu, menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya. Dua, suhu menetap dan terakhir suhu menurun. Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus-yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah. Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut pirogen (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi.

Terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena infeksi dan non-infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, dan lain-lain. Diantara kedua penyebab di atas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus. Jadi, demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala. Dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani. Obat penurun panas berguna untuk menurunkan suhu tubuh, agar tidak terus meningkat dan anak merasa nyaman. Tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh.

Cara mengatasi demam

1. Banyak minum air putih karena demam dapat menimbulkan dehidrasi.

2. Kompres anak dengan air hangat. Jika diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu di luar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhu dengan cara menggigil sehingga memroduksi panas. Akibatnya, suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.

3. Berikan obat penurun panas sesuai dosis bila suhu mulai mendekati angka di atas 38 derajat Celcius.
(Mom& Kiddie//ftr)

Sumber: okezone.com

Satu Tanggapan to “Jangan Sampai Demam menjadi kejang”

  1. anak saya kalo panas pasti kejang, hal itu sudah dua kali terjadi. Kejadian pertama kejangnya nyampe empat kali. Saya dan istri sangat panik dan dan tak kuasa melihat anak saya setelah kejang – kayak yang mau meninggal- badannya lemas tak berdaya, matanya menutup rapat. saya hanya menanganinya dengan membasuhnya dengan kain basah ke atas kepala dan punggungnya, setelah itu di bawa ke dokter. Kejadian kedua, yang lebih menghawatirkan, anak saya awalnya tidak apa-apa, sehingga kami berdua bekerja seperti biasanya, tetapi pas siang kami mendapat kabar bahwa si kecil panas dan kejang-kejang, panasnya terus meningkat sampai pukul 12 malam kejang lagi, selang dua jam kemudian kejang lagi, dan pagi-pagi pun kejang lagi, jadi di kejadian kedua itu anak saya 4 kali kejang. Saya baya ke dokter spesialis, dan disuruh dirawat, tapi saya sedih saat itu kami sedang tidak punya uang, jadi hanya mengandalkan obat dari dokter dan dikompres dingin aja, keesokan harinya panas anak saya gak mau turun, akhirnya saya ke lab di puskesmas, dan trombositnya 210.000, diatas normal,-rada lega karna bukan DB-. hari berikutnya alhamdulillah panasnya agak turun, tapi sekarang kakinya memerah dan agak bengkak-bengkak. saya bingung kenapa yah, apakah itu dampak dari panas, atau ada kejala lain? yang pasti ketika anak saya panas, yang panas hanya kepalanya saja sementara dari perut ke bawah suhunya normal.
    Mohon masukan, apa yang harus kami lakukan agar panas dan kejang tidak terjadi lagi pana anak kami.

    Trima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: